PDAM Balikpapan

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis, IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

Share

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis - IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

KALTIM POST, JUMAT, 12/02/2016

 

BALIKPAPAN- Persoalan air bersih di Balikpapan menjadi tragedi yang berulang setiap tahun. Akibat hujan deras yang tak kunjung turun, hari ini (12/2)  persediaan cadangan air baku di Waduk Manggar kian kritis. Bahkan, jika disedot dengan kapasitas seperti biasa, Waduk yang menyuplai 90 persen kebutuhan air di Kota Minyak ini hanya cukup sampai akhir bulan.

 

 

 

Demikian disampaikan Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi ketika ditemui Kaltim Post pasca pertemuan dengan wali kota, kemarin. “Hari ini (kemarin) level air 5,29 meter. Kemarin 5,33 meter. Sehari kita butuh 4 sentimeter. Kalau diproduksi maksimal terus, akhir bulan game over, selesai,” ujarnya. Idealnya, level air Waduk Manggar memang kisaran 10 meter.

Makanya, PDAM akan melakukan langkah penghematan dalam minggu ini. Namun, hal itu masih dievaluasi. Kemungkinan akan ada penggiliran produksi seperti yang kita lakukan tahun lalu. Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Km 8 Batu Ampar dan IPAM Kampung Damai bakal dioperasikan secara bergiliran.

“Tapi langkah penghematan itu hanya untuk memperpanjang umur produksi saja. Kemungkinan dengan penghematan hanya akan bertahan sampai sebulan. Makanya kita berharap hujan deras segera turun,” tambahnya.

Tak dimungkiri, semakin menipisnya cadangan air juga memengaruhi kualitas air baku. Namun PDAM tetap berusaha menjaga kualitas air produksi sesuai standar, apapun risikonya. “Walaupun kami belum menghitung, tapi pasti ada kenaikan biaya produksi karena berkaitan langsung dengan pengolahan air dan bahan kimia yang dibutuhkan untuk membersihkan air,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Abdul Haris Zulkarnain memprediksi selama Februari masih sulit kemungkinan terjadi awan hujan. “Kalaupun hujan itu hanya regional saja. Tidak merata. Itu hujan yang disebabkan angin darat dan angin laut saja. jadi intensitasnya juga tidak deras dan singkat,” jelasnya.

Ia tak bisa memastikan sampai kapan fenomena seperti ini akan berlangsung. Namun, hal ini masih akan terjadi setidaknya sampai awal bulan depan. Dijelaskan, hal ini karena fenomena El Nino. El Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan) yang mengakibatkan gangguan iklim secara global.

Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat, El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember). Di Indonesia, angin muson yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru – Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang panjang.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah merencanakan untuk mengeluarkan langkah tanggap darurat pada Senin (15/2) nanti. Pengetatan pemakaian air akan dilakukan melalui penggiliran operasional IPAM PDAM. Kemudian pengawasan penjualan air bersih milik masyarakat serta mengatur harga dan distribusinya.

“Saya meminta penghematan juga dilakukan semua warga. Nanti kami akan memaksimalkan pengiriman air menggunakan truk tangki. Kami juga akan memaksimalkan sumber air baku dari sumur dalam juga beberapa bendali,” kata Rizal.

Ia mengakui persoalan ini terjadi saban tahun. Solusinya sebetulnya juga sudah ada. Namun, realisasinya tak semudah membalikkan telapak tangan. “Butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membangun waduk. Jadi kita harus menunggu,” jelasnya.



 

Seperti diketahui, saat ini kebutuhan air bersih di Balikpapan mencapai 1.600 liter per detik. Sementara air baku yang tersedia dari Waduk Manggar ditambah beberapa sumur dalam hanya 1.200 liter per detik. Rizal mulai merinci rencana untuk menutup defisit air bersih tersebut.

“Kita menunggu Waduk Teritip tahun ini selesai dibangun, setidaknya 200 liter per detik. Lalu Waduk Wain yang masih dikerjakan provinsi. Embung Haji Raden rencananya 150 liter per detik sedang disusun desainnya oleh pusat. Lalu rencana pengolahan air laut 50 liter per detik. Juga ada rencana kerja sama dengan Pak Hashim yang menawarkan 1.000 liter per detik dari Itci Penajam,” jelasnya. (lihat grafis)

Ia mengaku sangat serius untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan swasta. “Ketika pertemuan, beliau belum selesai bicara saya langsung sampaikan kami siap. Balikpapan sangat butuh suplai air. Jadi kami siap kerja sama dengan swasta,” tambahnya. Senin nanti Rizal juga akan berkonsultasi ke Dirjen Sumber Daya Air.

Sebelumnya, Wali Kota mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan Hashim Djojohadikusumo. Pengusaha yang juga adik dari Prabowo Subianto ini menawarkan suplai air dari ITCI Kenangan, Penajam. Tak main-main, debit air yang ditawarkan mencapai 1.000 liter per detik. Dari Penajam, rencananya dibangun pipa bawah laut sepanjang 35 kilometer.

“Investasi oleh mereka. Berapa investasinya masih belum dibahas. Tapi bahwa di sana (ITCI) ada sumber air yang sangat besar itu memang benar,” kata Rizal. Selain membahas air, pertemuan ini juga membahas kemungkinan suplai kompos untuk industri perkebunan di Penajam. (*/rsh/far)

Sahabat PDAM Bpp

 

 

Facebook

 

Add :

 

Pdam Kota Balikpapan

 

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

Anda disini: Home Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis, IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir