PDAM Balikpapan

90 Persen Hotel Sedot Air Tanah

Share

Sekitar 90 persen hotel berbintang dan hotel kelas melati di Balikpapan masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air hariannya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Balikpapan Doddy Achadiyat dalam sosialisasi Perwali Nomor 19 Tahun 2010 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Hotel Sagita, kemarin.

Menurutnya, pihak hotel sebenarnya ingin menggunakan air PDAM, hanya saja kualitas airnya belum sesuai dengan standardisasi yang diinginkan hotel. Sedangkan air bawah tanah kualitasnya masih dianggap lebih baik.

Meski begitu pengusaha hotel sebenarnya ingin menggunakan air PDAM, jika harganya tidak terlalu mahal. “Karena air tanah memang tidak baik untuk dieksploitasi terus-menerus. Makanya kita minta ada pengecualian harga. Dalam Perwali juga telah diatur tarif atau harga khusus untuk hotel,” terangnya.

Diketahui, jika saja air tanah terus diambil dapat menyebabkan instruksi air laut. Air yang berkadar garam tinggi tersebut bersifat merusak. Sehingga membahayakan terhadap bangunan terutama bangunan yang tinggi.

Sementara, Doody mengatakan saat ini PDAM masih memetakan kebutuhan air untuk hotel.  Jumlah hotel di Balikpapan sebanyak 61 dengan jumlah kamar sekitar 4.300. Sementara jumlah restoran sekitar 300.  “Jika estimasinya per kamar itu 8 meter kubik per bulan, itu sudah besar sekali pemasukan untuk PDAM. Makanya, kita sebagai pelanggan yang membeli dalam jumlah yang besar, harapan kita harganya lebih murah. Tapi saat ini masih belum ada kesepakatan,” terangnya.

Direktur Umum PDAM Balikpapan Chaidir Effendie menyayangkan masih banyak kelompok-kelompok usaha, seperti hotel yang masih menggunakan air tanah. Jika terus menggunakan air tanah maka akan merusak lingkungan

Ia menambahkan jumlah pelanggan PDAM Balikpapan mencapai 82 ribu. 90 persen pelanggan adalah rumah tangga. “Dari jumlah keseluruhan pelanggan kami, sekitar 8 persen masih menggunakan air tanah,” ujarnya.

Dia mengakui, PDAM memang memiliki keterbatasan, khususnya ketersedian pasokan air, karena selama ini hanya mengandalkan air baku dair Waduk Manggar. Tidak seperti daerah lain yang memiliki sumber air dan sungai yang besar.“Kita berada di lokasi yang rentan penyediaan airnya. Tidak memiliki sungai yang besar, seperti di Samarinda, Banjarmasin dan lainnya,” terangnya.

Sementara Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Gazali Rakhman mengatakan, nantinya tarif untuk perhotelan akan dimasukan dalam kelompok khusus. “Harganya akan diatur berdasarkan kesepakatan. Jadi tarif dari hotel satu dengan yang lainnya bisa berbeda,” terangnya.

Ia menerangkan, dengan demikian klaisifikasi pelanggan PDAM di kelompokkan menjadi 4 jenis. yakni Kelompok I,II,III dan kelompok khusus. “Sebelumnya hotel masuk kelompok III dengan tarif Rp 8.214 per kubik untuk pemakaian 10 kubik pertama dan Rp 10.645 per kubik untuk pemakaian selanjutnya (diatas 10 kubik),” pungkas Gazali. (*/rsh/tom/k2)

 

sumber : kaltim pos

 

 

 

 

Sahabat PDAM Bpp

 

 

Facebook

 

Add :

 

Pdam Kota Balikpapan

 

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

Anda disini: Home 90 Persen Hotel Sedot Air Tanah