PDAM Balikpapan

Tingkat Mempertahankan dan Pelayanan dari Inflasi

Share

Salah satu prinsip yang harus dipenuhi dalam penyesuaian tariff adalah prinsip mutu pelayanan, disamping prinsip-prinsip lainnya yaitu, prinsip keterjangkauan dan keadilan, pemulihan biaya efisiensi pemakaian air, transparansi dan akuntabilitas serta perlindungan air baku.

Prinsip mutu pelayanan sangat terkait dengan prinsip lainnya dan juga sangat terpengaruh oleh inflasi yang terjadi, karena upaya untuk mempertahankan mutu pelayanan dipengaruhi oleh biaya operasional dan biaya operasional dipengaruhi oleh harga bahan/barang pembantu untuk proses produksi maunpun distribusi air. Dan harga-harga sangat dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang terjadi.

 

Inflasi diartikan kecendrungan kenaikan harga-harga barang secara umum, sehingga dengan kenaikan harga barang maka biaya yang diperlukan untuk mempertahankan mutu pelayanan akan meningkat, sebagai contoh tahun 2007 harga kapur gamping sebagai bahan untuk penjernih air seharga Rp. 5000,-/kg sedangkan tahun 2008 naik Rp. 5500,-/kg.

Apabila kebutuhan akan kapur 1000 kg maka untuk tahun 2007 diperlukan biaya Rp. 5.000.000,- sedangkan untuk tahun 2008 sebesar Rp. 5.500.000,- sehingga ada kenaikan biaya produksi Rp. 500.000,- atau telah terjadi inflasi harga kapur 10%. Biaya ini harus dipenuhi agar mutu pelayan tidak menurun atau tidak mengganggu anggaran untuk pelayanan lainnya. Demikian pula untuk biaya-biaya lainnya apakah masuk komponen biaya produksi, biaya distribusi, biaya pemasaran dan biaya administrasi umum sangat dipengaruhi oleh factor inflasi, demikian pula tambahan 2% s/d 3% yang ditambahkan oleh PDAM Kota Balikpapan pada saat penyesuaian tariff yaitu untuk penyangga pengembalian investasi yang telah dilakukan sebagai misal harga pompa sumur tahun 2002 seharga Rp. 1.000.000.000,- setelah 5 tahun (tahun 2007) maka nilai akumulasi penyusutan sebesar Rp. 1.000.000.000,-

sedangkan harga pompa sumur dengan spesifikasi yang sama yang dibeli tahun 2002 sudah dapat dipastikan telah terjadi kenaikan pada tahun 2007, sehingga untuk mengantisipasi kenaikan tersebut diperlukan penyangga agar supaya pompa sumur yang ada dapat diganti sesuai dengan spesifikasi yang sama dan sudah barang tentu dengan harga yang lebih mahal disamping itu tambahan 2%-3% tersebut juga disebabkan adanya perbedaan waktu tingkat inflasi yang digunakan yang dalam permendari No. 23 tahun 2006 ps 22 menyebutkan tingkat inflasi tahun berjalan, sedangkan dalam formula penyesuaian tariff PDAM Kota Balikpapan menyebutkan Tingkat inflasi tahun sebelumnya sehingga ada perbedaan waktu yang menyebabkan adanya keterlambatan penerimaan pendapatan yang seharusnya telah diterima karena pelaksanaan tahun yang akan datang maka diperlukan penyesuaiannya dengan tambahan 2%-3% tersebut. Dengan demikian penyesuaian tariff yang dilakukan PDAM Kota Balikpapan setiap tahun, pada dasarnya untuk mempertahankan kepentingan para pihak, baik Pemerintah, PDAM Kota Balikpapan dan Pelanggan.

Sahabat PDAM Bpp

 

 

Facebook

 

Add :

 

Pdam Kota Balikpapan

 

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

Anda disini: Home Tingkat Mempertahankan dan Pelayanan dari Inflasi